Rabu, 23 Januari 2013
Selasa, 22 Januari 2013
Rabu, 09 Januari 2013
MANFAAT TERAPI MUSIK
MANFAAT TERAPI MUSIK
A.
Defenisi Terapi Musik
Terapi musik merupakan salah satu kegiatan yang biasanya
dimasukkan dalam Program Pendidikan Menjadi Orang Tua (Parent Education Program).
Terapi musik yang mampu
mempengaruhi kondisi kesehatan seseorang, baik fisik maupun mental, sehingga
timbulah beragam pengertian terapi musik tersebut seperti dibawah ini:
1. Terapi
musik adalah suatu bentuk kegiatan yang mempergunakan musik dan lagu/nyanyi
secara terpadu dan terarah didalam membimbing ibu-ibu selama masa kehamilan
yang dimaksudkan untuk mencapai tujuan:
a.
Relaksasi bagi ibu-ibu hamil
b.
Stimulasi dini pada janin
c.
Menjalin keterikatan emosional antara
ibu hamil dan janinnya.
2.
Terapi musik adalah suatu bentuk terapi
dengan mempergunakan musik secara sistimatis, terkontrol dan terarah didalam :
a.
Menyembuhkan
b.
Merehabilitasi
c.
Mendidik dan melatih anak-anak dan orang dewasa yang
menderita gangguan fisik, mental, atau emosional.
3. Terapi
musik adalah suatu kegiatan dalam belajar yang mempergunakan musik untuk
mencapai tujuan-tujuan seperti :
a.
Merubah tingkah laku
b.
Menjaga/memelihara agar tingkah laku
atau kemampuan yang telah dicapai tidak mengalami kemunduran
c.
Mengembangkan kesehatan fisik dan
mental.
4. Terapi
musik adalah suatu disiplin ilmu yang rasional yang memberi nilai tambah pada
musik sebagai dimensi baru secara bersama dapat mempersatukan seni ilmu
pengetahuan dan emosi (perasaan cinta, kasih sayang, dan lain sebagainya).
Jadi,
dari pengertian-pengertian tersebut diatas terlihat bahwa adanya keterkaitan
antara musik dengan emosi atau mental seseorang.
Khususnya
untuk ibu-ibu hamil, terapi musik antara lain bertujuan memberikan stimulasi
pada janin /bayi agar kelak menjadi anak yang cerdas dan berkualitas
B.
Manfaat Terapi
Musik Bagi Ibu Hamil
Untuk memperoleh
manfaat dari mendengarkan musik, ibu hamil dianjurkan mendengarkan dengan penuh
perhatian dan kesadaran. Musik harus mendapat kesempatan untuk merasuk kedalam
pikiran. Dengan demikian, suara, harmoni, dan irama musik dapat mendorong
seseorang untuk bergairah, kreatif dan menyenangkan.
Beberapa manfaat terapi musik bagi ibu hamil dan janinnya :
1.
Bagi
ibu hamil dan janin terapi musik dapat menimbulkan reaksi psikologis, karena
musik dapat menenangkan (relaksasi)
dan juga memberikan rangsangan (stimulasi).
2.
Melalui
kegiatan terapi musik dapat menyongsong masa depan bayi/anak yang lebih cemerlang, karena untuk menghadapi era globalisasi
di butuhkan individu-individu yang memiliki keterampilan “otak” akan dihargai lebih
tinggi, dan sangat dibutuhkan bila dibandingkan dengan individu yang hanya
mengandalkan kekuatan otot.
3.
Kegiatan
terapi musik dapat membantu ibu-ibu hamil agar tetap dapat mempertahankan
keseimbangan antara kesehatan jasmani, pikiran, dan emosi.
4.
Melalui
rangsangan-rangsangan yang diperdengarkan kepada janin secara teratur, maka
dapat memberikan pengaruh yang sangat besar bagi pertumbuhan dan perkembangannya
kelak di kemudian hari.
5.
Dalam
diri anak kelak akan tumbuh kepribadian yang kuat dan mampu menyerap banyak
hal, ia dapat menyeresapi
musik, berarti ia juga mampu memahami perasaan orang lain.
C. Jenis Musik Yang Dianjurkan Dan Tidak
Dianjurkan
Musik dengan irama keras dan cepat,
seperti irama rock, disco, serta rap tidak dianjurkan untuk diperdengarkan
kepada janin. Musik yang terlalu keras dan cepat akan membuat janin tegang dan
gelisah. Sebaliknya, musik yang mengalun lembut dan berirama tenang akan
memberikan efek yang baik bagi janin. Usahakan terapi musik tidak dilakukan
dimalam hari, karena akan terbawa pada
kebiasaan jam bayi aktif, hal ini akan membuat ibu begadang sepanjang
malam.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Dr.Alfred Tomatis dan
Don Campbell, terbukti musik klasik memberikan efek paling positif bagi
perkembangan janin, yang dikenal dengan “efek Mozart”. Karya musik klasik
gubahan Wolfgang Amadeus Mozart dianjurkkan untuk diperdengarkan karena
memiliki melodi dan frekuensi tinggi.
D. Cara Melakukan Terapi Musik
Pelatihan awal terapi musik sebaiknya dibantu oleh tenaga professional.
Selanjutnya,
ibu dapat melakukan terapi sendiri di rumah.
a.
Saat mendengarkan musik, ambil posisi sekitar
setengah meter dari tape atau dapat menggunakan walkman.
b.
Usahakan volume suaranya jangan terlalu keras
ataupun lemah, tetapi sedang-sedang saja. Intinya, volume tersebut dapat
menyamankan dan membuat ibu bisa berkonsentrasi penuh.
c.
Jika menggunakan earphone, sesekali
tempelkan earphone ke perut ibu agar janin bisa ikut mendengar.
d.
Lebih baik lagi jika ibu tidak hanya
mendengarkan musik saja, tapi juga bersenandung atau berdendang mengikuti
melodi maupun liriknya.
e.
Saat paling tepat untuk memulai terapi musik
adalah kala usia kandungan 18-20 minggu. Pada saat ini indra pendengaran janin
sudah semakin sempurna.
f.
Waktu terapi boleh kapan saja, pagi, siang, sore
atau malam. Yang terpenting ibu konsisten melakukannya. Bila pilihan waktunya
adalah pagi maka sebaiknya terapi dilakukan pada waktu pagi terus-menerus. dengan
lebih terpola maka hasil yang diperoleh akan lebih maksimal.
g.
Lakukan terapi saat janin terjaga, sehingga ia
bisa menyimak rangsangan suara secara aktif. Dengan begitu, daya ingatnya juga
ikut terangsang dan bertambah kuat
h.
Lama terapi sekitar 30 menit setiap hari.
Asalkan ibu bisa berkonsentrasi dengan baik.
i.
Dalam sehari boleh satu, dua, atau tiga jenis
lagu yang diperdengarkan. Namun jangan terlalu banyak karena malah dapat
membuyarkan konsentrasi. Sebaiknya pilih satu jenis musik saja dalam sehari.
j.
Berkonsentrasilah dengan kesadaran penuh saat
mendengarkan musik sehingga alunan suaranya bisa merasuki pikiran ibu tanpa ada
gangguan berupa ketidakstabilan emosi, suara berisik, dan kurang konsentrasi.
Langganan:
Komentar (Atom)