Rabu, 09 Januari 2013

MANFAAT TERAPI MUSIK



MANFAAT TERAPI MUSIK
A. Defenisi Terapi Musik
          Terapi musik merupakan salah satu kegiatan yang biasanya dimasukkan dalam Program Pendidikan Menjadi Orang Tua (Parent Education Program).
Terapi musik yang mampu mempengaruhi kondisi kesehatan seseorang, baik fisik maupun mental, sehingga timbulah beragam pengertian terapi musik tersebut seperti dibawah ini:
1.    Terapi musik adalah suatu bentuk kegiatan yang mempergunakan musik dan lagu/nyanyi secara terpadu dan terarah didalam membimbing ibu-ibu selama masa kehamilan yang dimaksudkan untuk mencapai tujuan:
a.              Relaksasi bagi ibu-ibu hamil
b.             Stimulasi dini pada janin
c.              Menjalin keterikatan emosional antara ibu hamil dan janinnya.
2.    Terapi musik adalah suatu bentuk terapi dengan mempergunakan musik secara sistimatis, terkontrol dan terarah didalam :
a.              Menyembuhkan
b.             Merehabilitasi
c.              Mendidik dan melatih anak-anak dan orang dewasa yang menderita gangguan fisik, mental, atau emosional.
3.    Terapi musik adalah suatu kegiatan dalam belajar yang mempergunakan musik untuk mencapai tujuan-tujuan seperti :
a.              Merubah tingkah laku
b.             Menjaga/memelihara agar tingkah laku atau kemampuan yang telah dicapai tidak mengalami kemunduran
c.              Mengembangkan kesehatan fisik dan mental.
4.    Terapi musik adalah suatu disiplin ilmu yang rasional yang memberi nilai tambah pada musik sebagai dimensi baru secara bersama dapat mempersatukan seni ilmu pengetahuan dan emosi (perasaan cinta, kasih sayang, dan lain sebagainya).
Jadi, dari pengertian-pengertian tersebut diatas terlihat bahwa adanya keterkaitan antara musik dengan emosi atau mental seseorang.
Khususnya untuk ibu-ibu hamil, terapi musik antara lain bertujuan memberikan stimulasi pada janin /bayi agar kelak menjadi anak yang cerdas dan berkualitas

B. Manfaat Terapi Musik Bagi Ibu Hamil
Untuk memperoleh manfaat dari mendengarkan musik, ibu hamil dianjurkan mendengarkan dengan penuh perhatian dan kesadaran. Musik harus mendapat kesempatan untuk merasuk kedalam pikiran. Dengan demikian, suara, harmoni, dan irama musik dapat mendorong seseorang untuk bergairah, kreatif dan menyenangkan.
Beberapa manfaat terapi musik bagi ibu hamil dan janinnya :
1.    Bagi ibu hamil dan janin terapi musik dapat menimbulkan reaksi psikologis, karena musik dapat menenangkan (relaksasi) dan juga memberikan rangsangan (stimulasi).
2.    Melalui kegiatan terapi musik dapat menyongsong masa depan bayi/anak yang lebih cemerlang, karena untuk menghadapi era globalisasi di butuhkan individu-individu yang memiliki keterampilan otak akan dihargai lebih tinggi, dan sangat dibutuhkan bila dibandingkan dengan individu yang hanya mengandalkan kekuatan otot.
3.    Kegiatan terapi musik dapat membantu ibu-ibu hamil agar tetap dapat mempertahankan keseimbangan antara kesehatan jasmani, pikiran, dan emosi.
4.    Melalui rangsangan-rangsangan yang diperdengarkan kepada janin secara teratur, maka dapat memberikan pengaruh yang sangat besar bagi pertumbuhan dan perkembangannya kelak di kemudian hari.
5.    Dalam diri anak kelak akan tumbuh kepribadian yang kuat dan mampu menyerap banyak hal, ia dapat menyeresapi musik, berarti ia juga mampu memahami perasaan orang lain.

C. Jenis Musik Yang Dianjurkan Dan Tidak Dianjurkan
            Musik dengan irama keras dan cepat, seperti irama rock, disco, serta rap tidak dianjurkan untuk diperdengarkan kepada janin. Musik yang terlalu keras dan cepat akan membuat janin tegang dan gelisah. Sebaliknya, musik yang mengalun lembut dan berirama tenang akan memberikan efek yang baik bagi janin. Usahakan terapi musik tidak dilakukan dimalam hari, karena akan terbawa pada  kebiasaan jam bayi aktif, hal ini akan membuat ibu begadang sepanjang malam.
           
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Dr.Alfred Tomatis dan Don Campbell, terbukti musik klasik memberikan efek paling positif bagi perkembangan janin, yang dikenal dengan “efek Mozart”. Karya musik klasik gubahan Wolfgang Amadeus Mozart dianjurkkan untuk diperdengarkan karena memiliki melodi dan frekuensi tinggi.

D. Cara Melakukan Terapi Musik
Pelatihan awal terapi musik sebaiknya dibantu oleh tenaga professional.
Selanjutnya, ibu dapat melakukan terapi sendiri di rumah.
a.    Saat mendengarkan musik, ambil posisi sekitar setengah meter dari tape atau  dapat menggunakan walkman.
b.    Usahakan volume suaranya jangan terlalu keras ataupun lemah, tetapi sedang-sedang saja. Intinya, volume tersebut dapat menyamankan dan membuat ibu bisa berkonsentrasi penuh.
c.    Jika menggunakan earphone, sesekali tempelkan earphone ke perut ibu agar janin bisa ikut mendengar.
d.   Lebih baik lagi jika ibu tidak hanya mendengarkan musik saja, tapi juga bersenandung atau berdendang mengikuti melodi maupun liriknya.
e.    Saat paling tepat untuk memulai terapi musik adalah kala usia kandungan 18-20 minggu. Pada saat ini indra pendengaran janin sudah semakin sempurna.
f.     Waktu terapi boleh kapan saja, pagi, siang, sore atau malam. Yang terpenting ibu konsisten melakukannya. Bila pilihan waktunya adalah pagi maka sebaiknya terapi dilakukan pada waktu pagi terus-menerus. dengan lebih terpola maka hasil yang diperoleh akan lebih maksimal.
g.    Lakukan terapi saat janin terjaga, sehingga ia bisa menyimak rangsangan suara secara aktif. Dengan begitu, daya ingatnya juga ikut terangsang dan bertambah kuat
h.    Lama terapi sekitar 30 menit setiap hari. Asalkan ibu bisa berkonsentrasi dengan baik.
i.      Dalam sehari boleh satu, dua, atau tiga jenis lagu yang diperdengarkan. Namun jangan terlalu banyak karena malah dapat membuyarkan konsentrasi. Sebaiknya pilih satu jenis musik saja dalam sehari.
j.      Berkonsentrasilah dengan kesadaran penuh saat mendengarkan musik sehingga alunan suaranya bisa merasuki pikiran ibu tanpa ada gangguan berupa ketidakstabilan emosi, suara berisik, dan kurang konsentrasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar